'' SD MUSACO : MAJU BERKARAKTER "

Senin, 08 November 2021

Pena Ibu Riski: "Belajar Kreatifitas di Masa Pendemi"




Musaco.id - Dunia pendidikan beberpa tahun terkakhir masih menjadi sorotan bagi orang tua. Krn keterbatasan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). di tahun 2021 MUSACO memberanikan diri untuk KBM terbatas dengan durasi 3 jam mata pelajaran dan di dominan ilmu agama sebagai pondasi peserta didik. Yah Pendemi lah yg memporak porandakan pendidikan awal tahun 2020, atas dasar klaster ini lah pemerintah Pemalang mengistruksikan peserta didik dr tingkat PAUD TK SD SMP SMA dan Perguruan Tinggi KBM secara DARING atau di sebut dengan BDR. 


Tahun pertama yg sangat berat di lakukan para guru satu jagad Raya Indonesia, guru hrus putar polah pendidikan berbasis online, belum lagi kapasitas sapras  wali murid dan guru yg berbeda ekonomi dan berbeda profesi. karena tidak smua wali murid mampu untuk mengajar dengan keterbatasan tersebut. Dengan sistem pendidikan online tersebut lah di kota-kota besar terjadi beberapa kasus penganiayaan anak karena sang siswa enggan mengerjakan tugas sekolah hingga berujung maut. Di masa Pendemi ini lah guru di tuntut multitasking di smua bidang, 24 jam mengakses gajednya demi memberikan penjelasan yg sangat terbatas, belum lagi wali murid yg sudah lelah bekrja mash terbebani tugas anak. Rumit.... saya menggaris bawahi pendidikan di masa pendemi yang entah sampai kapan ini berlangsung?? dan saya rindu riuh kelas yg normal dengan pendidikan yg utuh menyatuh bersama siswa-siswa ku yang lucu-lucu. 


Dari pendidikan di masa pendemi inilah ide-ide pembelajaran byk tercipta, dari lomba skala kecamatan,daerah bahkan nasional secara online pun marak tersebar untuk menghidupkan kreatifitas hebat para peserta didik dimanapun kotanya... trombosan baru dunia pendidikan yg sejatinya menyisahkan byk konflik yg belum terselesaikan. 


Ide-ide mengajar dengan Grup,tugas rumah, bahkan homevisitpun pernah di agendakan oleh MUSACO demi keberlangsungan hak anak mendapatkan pendidikan meskipun terbatas! 


Sebagai guru tidak bisa menggerutu, sebagai ortu hny pasrah terpacu membisu. Di fase inilah yg komplek dan di butuhkan saling memahami antara guru dan ortu. 


Dua tahun menginjak pendidikan berbasis online, semoga tahun depan sudah kembali normal TATAP MUKA. Krn semangat Guru datang dari siswa yang hadir untuk memuntul ILMU. 


Oleh: Riski Amalia

(Guru Kelas 3B SD Muhammadiyah 01 Comal)

3 komentar:

  1. Inspiratif,,,,
    Mendidik harus semangat walau keadaan tdk sesuai dengan yg diharapakan.
    Semangat buat pendidik musaco.

    BalasHapus
  2. Kreativitas tanpa batas. Mantab bu guru :)

    BalasHapus

Blogger templates

Blogroll

About

Copyright © SD MUHAMMADIYAH 01 COMAL | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com