Musaco.co - Mendidik Anak secara Islami dengan 5 Prinsip Dasar
1. Ingat, Anak itu Masih Suci
Ketika anak melakukan kesalahan, cara ini penting untuk
dilakukan. Perlu kita ingat sejak anak lahir, kalau mereka masih suci, polos
dan berbeda dengan orang dewasa. Jadi, ingat ini sebelum membentak anak ya bun
2. Mendidik Anak dengan Contoh
Lingkungan anak saat masih kecil, terbatas pada lingkungan orang
tua, rumah, dan orang-orang di sekitarnya. Jika anak berbuat salah, perlu
dikoreksi darimana ia meniru perilaku salah tersebut. Bisa jadi, anak meniru
apa yang dilakukan orang tua, seperti apa yang mereka lihat dan dengar. Jadi,
pastikan kita selalu memberi contoh perilaku yang baik setiap hari.
3. Memahami Batasan
Dalam Islam, kita diajarkan tentang adanya batasan. Entah itu
batasan dalam mengurusi urusan orang lain dan batasan bagaimana dalam bersikap
dalam bermasyarakat. Batasan ini juga berlaku dalam cara mendidik anak secara
Islami. Dalam mengasuh anak, orang tua perlu memahami bahwa anak butuh
kebebasan dalam bertindak dan berperilaku. Sangat penting untuk meminta
pendapat anak, apabila orang tua hendak melakukan sesuatu pada anak.
4. Mendidik Anak dengan Kebaikan dan Kasih Sayang
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok penuh kasih sayang pada orang-orang di
sekitarnya, terutama pada anak-anaknya. Dalam sebuah riwayat Abdullah bin
Shaddad dikatakan bahwa, ketika Rasul sedang salat dan bersujud, seorang anak
menaiki punggung Rasul, dan dibiarkan. Bahkan Rasul sangat lama bersujud
menunggu sang anak turun dengan sendirinya.
Rasul mengajarkan pada kita, sifat dasar anak adalah bermain.
Sudah wajar kalau mereka berbuat demikian, dan Rasul tidak berusaha
menghentikan mereka, karena bermain dan bercanda penting untuk perkembangan
anak. Baik perkembangan fisik, emosional, kognitif, dan sosial.
5. Mendidik Anak dengan Tanggung Jawab Sederhana
Sekecil apapun tanggung jawab yang diberikan pada anak, bila anak bisa
melakukannya dengan baik, akan sangat berguna bagi perkembangan anak dan bisa
jadi bekalnya kelak saat dewasa. Tanggung jawab mengajarkan anak untuk mandiri,
jadi anak yang bisa diandalkan dan produktif. Misalnya saja saat bermain di
rumah, beri ia tanggung jawab untuk membereskan sendiri mainan mereka dan
menatanya dengan baik. Hal ini mungkin sepele, namun akan sulit dilakukan kalau
anak sudah enggan dan tidak diberi contoh terlebih dahulu.
(parenting.dream.co.id)

0 Comments:
Posting Komentar